Jumat, 20 September 2013

KASIH YANG NYATA



1 Yohanes 4:7 "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah."
Ketika orang yang tidak percaya mengunjungi gereja, mereka tidak hanya menyelidiki apa yang terjadi di depan mimbar, tapi mereka juga menyelidiki apa yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka sedang melihat reaksi Anda. Apakah Anda peduli pada mereka? Apakah Anda memperhatikan mereka? Apakah kehadiran mereka penting bagi Anda? Apakah ibadah ini berarti bagi mereka?

Walau mungkin ada kalanya para pengunjung ini tidak mengerti tata ibadah gereja, namun sebelum kita mulai menghakimi, mari kita berhenti dan bertanya pada diri sendiri, apakah kita tahu kisah mereka? Apakah ini pertama kalinya mereka datang ke gereja? Mereka tidak tahu apa yang seharusnya mereka kenakan. Mereka tidak tahu apakah tulisan di T-shirt mereka itu pantas di pakai di gereja atau tidak. Mereka tidak tahu apa yang harus diucapkan.

Beberapa orang Kristen mungkin akan mengusir mereka dan berkata, "Saya minta maaf, tapi sepertinya Anda tidak bisa masuk. Anda tidak berpakaian dengan tepat." Coba tebak? Itu membuat Allah marah, karena gereja adalah tempat untuk mendengar Firman Tuhan. Gereja adalah tempat untuk menyembah Tuhan. Gereja adalah tempat untuk berdoa. Dan gereja adalah tempat bagi orang-orang berdosa untuk datang dan menemukan Tuhan. Tetapi lebih tepatnya fungsi Gereja adalah :

·         Gereja adalah tempat untuk belajar, belajar apa ? belajar mengenal TUHAN yg sesungguhnya, kalau ada orang yg sebelumnya tidak mengenal Tuhan, maka datanglah ke Gereja. Karena di Gereja diberitakan Firman Tuhan, di Gereja Tuhan hadir. “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."” (Mat 18:19-20)

·         Gereja tempat untuk belajar menemukan keluarga baru, kalau ada orang yg tidak mempunyai keluarga, maka datanglah ke Gereja. Karena di gereja akan menemukan keluarga-keluarga baru.  “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” (Ef 2:19-20) di Gerejalah akan diterima, bukan sebgai tamu, tetapi sebagai keluarga Allah. Kalau ada Gereja yg tidak suka anggota baru, gereja itu pasti tidak berkembang.

·         Gereja juga tempat belajar untuk melayani Tuhan, Gereja dimuka bumi mendapatkan tugas pengutusan agung, yaitu untuk menjadikan semua orang untuk menjadi murid  Tuhan.
Kita doakan supaya Geteja menjadi sarana penggenapan Visi Tuhan bagi dunia. Kalau itu yang terjadi, maka Bumi akan penuh kemuliaan-Nya. (Jes)

KUASA FIRMAN TUHAN



2 Timotius 3:16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
Alkitab memprediksi masa depan, bukan hanya sekali, bukan dua kali, tapi ratusan kali dengan tingkat keakuratan 100%.
Allah, yang tinggal dalam kekekalan, tidak mengenal istilah kemarin atau esok. Bagi-Nya segala hal adalah sebuah rangkaian. Jadi Dia dapat melihat masa depan dengan akurasi yang sama seperti Anda dan saya melihat masa lalu bahkan lebih dari itu. Allah punya ingatan yang sempurna, dan Dia punya nubuat yang sempurna. Jadi, jika Dia mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi, maka perkara itu seolah-olah telah terjadi. Anda lihat, bagi-Nya, hari esok bagaikan hari kemarin. Apa saja manfaat Firman Tuhan, sebagian manfaat sesuai bacaan kita adalah :

·         Mengajar, dari kebodohan menjadi cakap menanggung segala perkara. Dari tidak tahu menjadi mengerti, semua hanya ada didalam Firman Tuhan.

·         Menyatakan kesalahan, banyak orang yg tidak berani menyatakan kesalahan orang. Karena kesalahn yg sama juga dilakukan oleh orang tersebut, tetapi Firman Tuhan dengan tegas berani menyatakan kesalahan kepada siapapun juga.

·         Memperbaiki kelakuan, sebejad apapun juga seseorang akan berubah saat diajarkan Kebenaran Firman Tuhan, karena Firman akan bekerja sesuai dengan kehendak Bapa. “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yes 55:11)

·         Mendidik orang dalam kebenaran, orang bisa berbuat baik kepada siapapun juga, tetapi hanya dengan Firman Tuhan maka kebenaran itu akan dinyatakan. Dan orang dapat berbuat benar.

Jadi, ketika Allah memberikan prediksi tentang masa depan, Dia bukan seolah-olah akan melakukan sesuatu semaunya, melainkan prediksi ini merupakan fakta yang telah Dia rancang sebelumnya.
Alkitab merupakan sebuah kitab yang berani memprediksi masa depan berkali-kali. Tidak ada kitab agamawi lain yang mampu melakukannya. kenapa? Karena jika itu terjadi, pada akhirnya akan terbukti jika ia bukan berdasarkan Firman Allah. Namun Alkitab membuat prediksi berulang kali, lagi dan lagi, karena ia memang berdasarkan Firman Allah.

Alkitab tidak mengandung Firman Tuhan, Tetapi Alkitab sepenuhnya adalah Firman Tuhan, dari Kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Percayalah bahwasanya dengan bergantung kepada Firman Tuhan maka kehidupan akan mengalami pengubahan nyata. Haleluyah (Jes)

Kamis, 19 September 2013

KEKAYAAN BAGI TUHAN


Allah tidak pernah mencela orang kaya karena kekayaannya, tetapi Allah sering mencela orang kaya karena sikapnya yang sombong atau yang menindas orang miskin. Adanya orang-orang kaya dalam Alkitab yang beriman—misalnya Abraham (Kejadian 13:2)
menunjukkan bahwa Allah tidak menghendaki sistem pemerataan paksa seperti yang dilakukan oleh kelompok komunis pada masa lampau. Dalam pandangan Alkitab, kekayaan seharusnya dipakai sebagai alat untuk menolong orang miskin atau orang yang memerlukan bantuan. Dengan demikian, kekayaan bisa menjadi alat untuk mempersatukan umat Allah.
Pembagian tanah bagi suku-suku di Israel yang disesuaikan dengan jumlah penduduk setiap suku dan sistem pembebasan (pengembalian) tanah pada Tahun Yobel menunjukkan bahwa Allah menghendaki terjadinya keadilan sosial di antara umat Israel. Aturan menyangkut ahli waris wanita yang dikisahkan dalam bacaan Alkitab hari ini menunjukkan bahwa Allah tidak menghendaki terjadinya ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin.

Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus mengajarkan bahwa perbedaan kaya-miskin itu seharusnya direspons dengan sikap memberi terhadap saudara seiman kita yang kekurangan agar terjadi keseimbangan .“Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.” (2Kor 8:13)

 Rasul Paulus memberikan contoh tentang jemaat Makedonia yang miskin, namun mereka kaya dalam hal memberi. Mereka mengumpulkan uang untuk mendukung jemaat di Yerusalem yang miskin, sebagai respons terhadap berkat rohani yang telah mereka terima dari jemaat Yerusalem
 “Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.” (Rm 15:26-27)

Masih banyak suku-suku di Indonesia, mereka tinggal dipelosok-pelosok pulau. Tersebar hampir disemua kepulauan, mereka belum dijangkau Injil. Bagaimana mereka dapat dimenangkan kalau tidak ada yg datang melayani mereka ? bagaimana ada penginjil yg datang kalau tidak ada yg mengutus, membiayai dan menanggungnya. Sementara masih banyak orang kaya yg tidak peduli dg pelayanan seperti ini ? (Roma 10:13-15). “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"” (Rm 10:13-15)

Gereja dikota masih lebih tertarik membangun gedung greja dengan dana yg besar, dibanding memberi dana untuk pelayanan suku yg masih terabaikan. Adakah suara ini bisa didengar dan memotivasi kita semua ?
2 Korintus 8:13-14
“Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.”

Rabu, 18 September 2013

KASIH YANG SESUNGGUHNYA



Kadang kita berpikir jika kita harus melakukan hal-hal tertentu untuk mendapatkan kasih Allah. Tapi yang perlu kita ingat adalah bahwa kasih Allah itu konsisten dan gigih. Allah berkata, "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu" (Yeremia 31:3)
Amat kontras bila kita membandingkan kasih Allah dengan cinta yang didefinisikan oleh budaya kita. Budaya kita mencintai Anda ketika Anda masih muda dan cantik, tapi Allah sangat mengasihi Anda ketika Anda tua dan tidak begitu menarik. Dunia kita mencintai Anda ketika Anda menjadi seorang selebriti, tapi Allah sangat mengasihi Anda ketika Anda menjadi orang yang tak dikenal dan bukan siapa-siapa. Dunia kita mencintai orang kaya dan yang berkuasa, tapi Allah sangat mengasihi orang miskin dan yang lemah. Dunia kita mencintai orang yang luar biasa, tapi Allah sangat mengasihi orang biasa seperti Anda dan saya.

·         Kasih ALLAH, tidak beralasan dan tidak terbatas seperti kasih kebanyakan yg ada. Kasih itu tulus dan tidak pandang bulu, kepada siapa kasih itu ditujukan. Kasih itu gambaran Tuhan sendiri“Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.” (1Yoh 2:5). Kasih itu memberi, bukan menuntut dan mengharap diberi setiap saat. Organg yg mengasihi hanya selalu punya konsep unt memberi kepada orang yg dikasihi, dan pemberiannya itu tulus. Kalau orang hanya mau menerima dan tidak mau untuk berpikir membalas kebaikan orang yg mengasihi, orang itu sudah keluar dari kehidupan kasih.

·         Kasih juga menutupi banyak kesalahan orang lain, bukan justru membeberkan kesalahan orang kepada orang yang seharusnya tidak mengetahui. “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1Ptr 4:8 ). Tidak ada orang yg sempurna, pada saat kita mengetahui orang disekitar kita, baik itu keluarga, sahabat atau teman dan kenalan melakukan kesalahan, apa reaksi kita? Mendoakan, membimbing, menghakimi dan menyalahkan atau bahkan hanya sebatas menceritakan kepada orang lain lagi? Disitulah tolok ukur kita sebagai gambaran Kasih Allah kepada dunia. Kasih yg kita nampakkan kepada dunia, itu yg akan mewarnai dunia dengan Kasih Kristus, dan dunia akan terjangkau kebenaran lewat kehidupan kasih kita.

Dan Allah telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan cara yang nyata. Yesus berkata, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13) Yesus, menunjukkan kasih-Nya dengan mati bagi kita. Kita membaca dalam Wahyu 1:4-5 dikatakan, "Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya --" Sukses selalu bersama TUHAN (Jes)

GEREJA TETAP MENJADI PILIHAN TUHAN


Matius 6:3-4 "Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Walaupun gereja memiliki banyak pengkritik di dalamnya, namun itu bukan hal yang seharusnya menghalangi Anda untuk datang bersekutu. Jika Anda ingin bertemu Yesus, maka Anda harus menjadi bagian dari gereja. Yesus selalu mengetahui apa yang terjadi di dalam kehidupan umat-Nya dan juga di dalam gereja.
Dalam Kitab Wahyu, Yesus berpesan pada jemaat Efesus, yang merupakan gereja yang sesungguhnya. Gereja ini pada awalnya digembalakan oleh rasul Paulus. Ketika Paulus datang ke Efesus dan memberitakan Injil, kerusuhan terjadi (hal yang biasa terjadi di mana pun Paulus berkhotbah). Namun ia tetap dengan gigih mendirikan jemaat di Efesus, tempat yang dikenal dengan penyembahan berhalanya.

Efesus adalah tujuan wisata bagi orang-orang yang ingin beribadah di kuil Diana yang merupakan salah satu keajaiban dunia kuno. Jadi bukti yang menyatakan bahwa pernah berdiri sebuah gereja yang kuat di Efesus adalah sangat mengagumkan adanya. Gereja ini merupakan gereja yang abadi.
Yesus memulai pesan-Nya pada jemaaat Efesus dengan kata-kata pujian bagi gereja itu. Dia berkata,
"Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu..." (Wahyu 2:2a). Dalam bahasa aslinya, kata-kata ini menyiratkan 'bekerja keras hingga lelah'. Orang-orang percaya di Efesus adalah pekerja keras. Mereka memberi yang terbaik bagi Allah.
Yesus mengajarkan dalam Matius 6:3-4.
 "Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Sukses mengiring Tuhan. Haleluyah

MENJAGA SEMANGAT KASIH MULA-MULA LEBIH PENTING DIBANDING DENGAN MEMBERI PERSEMBAHAN, KALAU TIDAK DISERTAI DENGAN KASIH YG SEMULA. (Jes)

Selasa, 17 September 2013

KASIH MULA-MULA MENENTUKAN TINDAKAN



Wahyu 2:2 "Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta."

Rasul Paulus telah memperingatkan para penatua di Efesus, "Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka" (Kisah Para Rasul 20:29-30)

Para penatua ini telah menggembalakan jemaat di Efesus dengan baik. Yesus pun berkata, "Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta" (Wahyu 2:2-3)

Namun terlepas dari begitu baiknya kualitas hidup mereka, ternyata ada masalah yang hampir tak terlihat. Tetapi Yesus, yang berjalan di tengah-tengah gereja, mampu mengidentifikasi masalah tersebut, dan mengatakan kepada mereka sebuah kebenaran: mereka tak lagi mengasihi-Nya seperti yang dulu. Mereka telah meninggalkan kasih mereka yang semula.
Yesus tidak mengatakan bahwa mereka telah kehilangan kasih mereka yang dulu. Anda tidak akan kehilangan kasih Anda, tapi Anda meninggalkannya. Jika Anda kehilangan sesuatu, Anda tidak tahu di mana ia berada. Jadi benda itu dikatakan hilang. 'Saya kehilangan barang-barang saya' dengan 'saya meninggalkan barang-barang saya' ialah dua hal dengan konteks yang berbeda. Jika saya meninggalkan sesuatu, saya tahu di mana saya meletakkannya sebelumnya, dan saya bisa kembali lagi ke sana untuk menemukannya. Sebaliknya, jika saya kehilangan sesuatu, saya tidak tahu di mana ia berada.
Maka kata Yesus kepada jemaat Efesus, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (Wahyu 2:4)

Apa arti perkataan-Nya ini? Pengabdian para jemaat Efesus telah berubah menjadi sebuah kewajiban. Meskipun mereka tetap giat beribadah, namun sayangnya kasih mereka kepada Allah tidak lagi seperti dulu. Mereka telah menggantikan keringat untuk mengabdi kepada Allah dengan keringat untuk bekerja. Para jemaat Efesus ini telah terlalu lama sibuk memelihara perpisahan mereka dengan satu sama lain sehingga mereka melupakan kasih mereka terhadap Allah.(Jes)

Senin, 16 September 2013

MATA SERING MELIHAT SALAH.


 “Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."” (1Sam 16:6-7)
Manusia seringkali salah melihat, dan salah menilainya. Saat kesalahan itu dilanjutkan pada tindakan, maka jadinya akan fatal sekali, sedangkan hidup hanyalah sekali, mati lalu dihakimi. Secara yg kelihatan Nabi Samuel melihat kegagahan Eliab, dan membuat penilaian seolah itu benar, padahal Tuhan tidak menentukan Eliab, justru yg tidak diperhitungkan itu yg Allah buat. Mengapa demikian ? karena manusia hidup dengan daging yg masih dihidupi.

·         Mata cenderung melihat yg salah, kerena kebiasaan manusia memberi konsumsi mata dengan yg tidak benar. Yg menarik belum tentu itu benar, dan yg menarik hati, oleh karena dipandang mata justru lebih banyak salah. “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.” (Ams 27:20). Berapa banyak hidup hancur oleh karena salah memilih, oleh karena ketertarikan mata melihat ? orang rela korupsi hanya disebabkan memanjakan pandangan mata yg salah.

·         Mata membawa dosa selanjutnya, oleh karena sikp mata yg salah, maka dosa berikutnya akan menyusul. “Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,” (Ams 6:16-18). Dimulai dari dosa mata, akhirnya dilanjutkan dosa yg lain. Saat ditegur org yg lebih tahu, lalu mata menunjukkan tidak setuju, akhirnya lidah dusta dan yg lain menyusul, akhirnya kebinasaan seluruh kehidupan.

·         Mata juga mengawali seluruh perbuatan benar, saat mata ditujukan kepada Allah. “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibr 12:2)

Dengan mata setiap orang bisa jatuh dan hidup sengsara, dan menderita seumur hidup, akan tetapi dengan mata pula seseorang dpt menembus alam surga saat masih hidup didunia, oleh karena kehidupan yg benar didalam Nama Tuhan Yesus. Mulailah melihat dengan mata disertai mata hati, dan minta petunjuk Tuhan tentang pilihan untuk menentukan masa depan. (Jes)