Jumat, 29 November 2013

MENGENAL MASALAH DIDALAM TUHAN


Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut. Ada lima cara Tuhan menggunakan masalah-masalah dalam kehidupan kita untuk menjadi sesuatu kebaikan bagi kita:

(1) Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

(2) Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup… jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi. “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:2-3).

(3) Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu… kesehatan, teman, hubungan…, saat kita sudah kehilangan. “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:71).

(4) Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang Kristen yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara,karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…” (Kejadian 50:20).

(5) Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. ” … Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudusyang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:3-4)

Hadapi masalah dengan bersandar sepenuhnya hanya kepada Tuhan, maka akan banyak jalan ditawarkan untuk menjadi jalan penyelesaian dengan cara ALLAH. Amin

Kamis, 28 November 2013

PELAYANAN BERSAMA DR KANG DARI KOREA di KUTAI BARAT

Banyak yang saya dapat pelajari dari perjalanan pelayanan bersama dr Kang, walau banyak sekali perbedaan dalam adat dan etika kehidupan.


Betapa itu adalah hal yang ajaib! “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.”
Ada tiga kata bahasa Yunani untuk dunia. Yang pertama adalah “ge” Kata geografi berasal dari kata ini. “Ge” adalah kata Yunani yang berhubungan dengan dunia dalam pengertian sesungguhnya, yaitu tanah atau substansi dari dunia ini. Yang kedua adalah oikoumene. Kata Oikoumene mengacu kepada dunia sebagai tempat untuk didiami. Dan yang ketiga adalah kosmos. Ini berhubungan dengan ciptaan Allah yang begitu indah dan teratur. Kata ‘kosmetik’ berasal dari kata ini yang berarti cantik atau indah.
            Dan kata ‘kosmos’ inilah yang digunakan dalam ayat ini: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmos) ini,” atau karya Tuhan yang terbaik, terindah ini.
Namun segala sesuatu yang kita lihat dalam dunia ini mengingkari kasih dan kehadiran Allah. Allah nampak begitu terpisah dari alam semesta ciptaan-Nya. Ketika badai dan berbagai bencana melanda sepertinya Tuhan begitu jauh.
            Cerita-cerita perang dan penumpahan darah serta pembunuhan, terorisme dan berbagai penyakit yang secara universal dialami manusia dan akhirnya kematian – Bagaimana di dalam kasih Allah melihat semua itu sementara Ia memisahkan diri darinya? Bagaimana mungkin Allah melakukan itu dan kemudian berkata mengasihi dunia ini?
Hanya dengan kehadiran Roh Kudus kita dapat memahami kasih-Nya terhadap alam semesta atau dunia yang telah jatuh dan terhilang ini.
Kutai barat sangat memerlukan kasih Allah melalui pelayanan setiap hamba-hamba Tuhan, dan seluruh orang percaya. Tinggalkan kepentingan pribadi, mulai menjangkau jiwa-jiwa yg masih banyak yg belum terselamatkan. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yoh 15:16).
Haleluyah 

KASIH UNTUK DUNIA YANG TERHILANG (LOVE FOR A LOST WORLD)



“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya”
 (Yohanes 3:14-18, 36).
            Seluruh dunia, alam semesta, seluruh ciptaan telah jatuh dan berada di bawah kutuk dosa. Begitu juga manusia yang diam di bumi ini adalah manusia yang telah mengalami kerusakan dan terhilang di dalam kegelapan. Mengapa Allah tidak melenyapkannya saja? Mengapa Allah harus peduli terhadap alam semesta yang telah jatuh dan manusia yang telah bobrok dan mengalami kerusakan ini? Mengapa Allah tidak mengabaikan kita?
            Di gereja yang pertama kali saya gembalakan di sebuah desa, saya memiliki seorang rekan sepelyanan yang sangat mengasihi Tuhan. Istrinya bekerja dan mau membiayai pelayanan suaminya. Akan tetapi akhirnya isterinya menceraikannya, isterinya berselingkuh dan meninggalkan suaminya yg sangat mengasihinya.
            Dan saya bertanya kepada suami ini, mengapa anda tidak bertindak tegas kepada isteri yg sedemikian rupa telah mengkhianati cinta kalian ? rekan saya tersebut tetap mengampuni dan justru mau mengajak kembali kalau masih mau untuk menjadi isterinya.           
Kasih dan kepedulian Allah ada di Taman Eden: “Adam, Di manakah engkau?” Allah mencari manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.
            Coba Anda perhatikan bagaimana cara Allah menggambarkan kasih dan kepeduliaan-Nya kepada umat-Nya yang berdosa, itu di gambarkan dalam kehidupan Hosea yang mengambil istri seorang sundal atau pelacur, namun setelah menikah kemudian istrinya itu melacurkan dirinya kembali, dan akhrinya menjadi budak. Sama seperti gambaran hidup Hosea, Allah datang ke dunia untuk menyelamatkan umat-Nya  dari perbudakan dosa. 
Atau coba perhatikan dalam Perjanjian Baru, Yesus datang ke dalam dunia adalah untuk mencari dan menyelamatkan kita semua yang terhilang. Atau perhatikan lagi kisah dari iman Kristen di sepanjang abad. Tuhan mengutus para rasul dan misionaris dan para martir sampai akhir dari dunia ini, semata-mata untuk menunjukkan kasih dan kepeduliaan Allah mencari manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk diselamatkan.
            Salah satu bagian Alkitab yang indah yang dituliskan Rasul Paulus adalah dalam Efesus 3:18, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” Itu melampaui pengertian kita.
Sungguh tidak masuk akal! Kasih Allah di dalam Kristus sungguh tak terukur. Kasih-Nya tiada batas. Sungguh kasih itu tiada terhingga. Bagaimana Anda dapat menjelaskan dan memahaminya?
Apakah Anda pernah mendengar kisah tentang Harry Morehouse?  Dwight L. Moody menutup kebaktian kebangunan rohaninya di Birmingham, England.  Dan mereka berkumpul untuk mengucapkan selamat jalan kepada Moody yang akan kembali ke Amerika. Seorang muda dalam jemaat itu ikut memberi ucapan selamat jalan kepada Dwight L. Moody, dan nama anak muda itu adalah Harry Morehouse.
            Ia berkata kepada D. L. Moody, “Saya akan datang ke Amerika. Dan ketika saya sampai di sana, saya akan berkhotbah untuk Anda.” Pada umumnya Anda tidak menyodorkan diri Anda sendiri untuk berkhotbah. Biasanya seseorang berkhotbah oleh karena ada yang mengundangnya. Namun itulah yang anak muda itu katakan kepada Moody.
Dan Moody menjawab dengan bijaksana, “Yah, ketika Anda tiba di Amerika, hubungi kami. Kami akan menerima Anda dengan senang hati.”
Sekitar enam bulan kemudian, ketika D.L. Moody ada di Chicago, ia menerima telepon dari Harry Morehouse yang ada di New York City. Anak muda itu berkata kepada Moody, “Saya telah tiba di Amerika. Saya ada di New York. Saya ingin berada di Chicago pada hari Rabu dan saya ingin berkhotbah untuk Anda Rabu malam.”
            Ketiba Rabu tiba, Moody harus pergi keluar kota, namun ia telah meninggalkan pesan kepada diakennya, “Ada anak muda yang akan datang kemari yang bernama Harry Morehouse. Ia berasal dari Birmingham, England. Dan berilah kesempatan kepadanya untuk berbicara beberapa patah kata saja.”
            Apa yang terjadi ketika mereka menjemput anak muda itu, dan anak muda itu kemudian berdiri dan berkhotbah di sana. Ia berkhotbah dari Yohanes 3:16. Dan ketika kebaktian berakhir undangan diberikan, dan kira-kira ada sepuluh orang diselamatkan. Itu adalah jam yang luar biasa.
            Kemudian para diaken berkata kepada anak muda itu, “Besok malam atau Kamis malam kami ada kebaktian, dan Anda yang akan menyampaikan Firman Tuhan lagi.” 
Kamis malam anak muda itu kembali menyampaikan Firman Tuhan dari teks yang sama. Dan kira-kira ada lima belas orang diselamatkan. Itu sungguh luar biasa.
            Mereka berkata, “Jum’at malam kami ada kebaktian lagi. Dan Anda yang akan menyampaikan Firman Tuhan kembali.”
Anak muda itu menyampaikan Firman Tuhan dari teks yang sama: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.” Kemudian ia memberikan undangan dan kira-kira ada dua puluh orang diselamatkan. Itu sungguh sulit untuk dimengerti.
            Mereka berkata, “Sabtu malam, kami juga ada kebaktian lagi, dan kami minta Anda menyampaikan Firman Tuhan kembali.” Sabtu itu, D.L. Moody kembali ke Chicago. Dan istrinya berkata kepadanya, “Sayang, kita sedang berada di tengah kebangunan rohani yang luar biasa, kebangunan rohani yang ajaib. Banyak orang berubah dan bertobat.” Dan istinya melanjutkan, “Ketika kamu menghadiri kebaktian itu, pasti kami akan bertobat.” Moody menentangnya, dan berkata, “Saya telah berkhotbah lebih dari dua puluh tahun. Dan kamu katakan saya akan bertobat?”
            “Ya,” katanya. “Kamu akan melihatnya sendiri.”
            Ketika ia datang dalam kebaktian Sabtu malam itu, ia duduk paling depan. Ia duduk di sana dengan sikap meremehkan anak muda itu. Namun ketika anak muda itu menyampaikan khotbahnya, kira-kira ada tiga puluh orang yang bertobat. Itu sungguh sulit untuk dijelaskan. Anak muda itu secara terus menerus berkhotbah dari ayat yang sama setiap malam di gereja itu selama enam minggu berturut-turut dan kebangunan rohani yang agung terjadi, Roh Kudus dicurahkan di sana
            Ketika pelayanan itu berakhir, Moody berkata, “Istriku benar. Saya telah ditobatkannya. Saya telah diubahkannya.” Ia berkata, “Selama ini saya berkhotbah dari sisi Sinai. Berkhotbah tentang Neraka, penghukuman dan api dan kilat dan guntur. Namun,” katanya, “Saya telah berubah. Saya telah bertobat. Saya mulai sekarang akan mengkhotbahkan sisi yang lain, yaitu tentang kasih Allah, dan darah Yesus serta pencurahan kasih Roh Kudus.”
Jangan sekali-kali meremehkan Firman Tuhan, karena firman Tuhan berkuasa untuk mengubah kehidupan setiap pribadi. “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” (Ams 13:13)

Selamat masuk dibulan Natal 2013 dan mempersiapkan tahun baru 2014. Haleluyah

Senin, 11 November 2013

REMINDER



Galatia 2:20 "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."
Alkitab mengatakan kepada kita untuk "Tetaplah berdoa" (1 Tesalonika 5:17)

Bagaimana kita mampu melakukannya? Salah satu cara adalah dengan menggunakan "doa sebagai nafas" sepanjang hari, seperti apa yang dilakukan banyak orang Kristen selama berabad-abad. Jadi, Anda memilih satu kalimat singkat atau frase sederhana yang dapat diucapkan berulang-ulang kepada Yesus, dalam satu hembusan napas: "Engkau bersamaku." "Aku menyambut kasih karunia-Mu." "Aku mengandalkan-Mu." "Aku ingin mengenal-Mu." "Aku milik-Mu" "Bantu aku untuk percaya padaMu."
Anda juga bisa menggunakan sebuah frase singkat dari Alkitab: "Karena bagiku hidup adalah Kristus." "Engkau tidak akan pernah meninggalkanku." "Engkaulah Allahku."
Bawalah kalimat-kalimat ini dalam doa sesering mungkin, sehingga ia berakar dalam hati Anda. Dan pastikan bahwa satu-satunya motif Anda dalam melakukannya adalah untuk menghormati Allah, bukan untuk mengontrol-Nya.

Berlatih merasakan kehadiran Allah adalah suatu keahlian dan kebiasaan yang bisa Anda kembangkan. Sama seperti musisi yang mempelajari partiturnya setiap hari agar bisa memainkan musik yang merdu dengan lancar, Anda harus memaksa diri Anda untuk senantiasa memikirkan Allah di waktu yang berbeda sepanjang hari. Anda harus melatih pikiran Anda untuk mengingat-Nya.
Pertama, Anda harus membuat banyak pengingat (reminder), yang bisa membawa pikiran Anda kembali pada tujuan awal, yang menyatakan bahwa Allah menyertai Anda pada saat itu. Mulailah dengan menempatkan reminder yang mudah menarik perhatian Anda. Anda bisa menempel catatan kecil yang berbunyi, "Tuhan besertaku dan ada untukku saat ini!"

Percaya sepenuhnya bahwa TUHAN senantiasa menyertai kita, dan yg harus diketahui adalah kita pun harus menyertai Dia dengan setia. “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Luk 2:10-11)

Sementara Gereja-gereja mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Natal (kelahiran Tuhan Yesus), sudahkah sebagai jemaat, orang percaya, kitapun mempersiapkan diri untuk menyambut Dia secara pribadi menjadi Tuhan, Raja dalam kehidupan dan mengalami pengalaman bersama Dia ?
Jika Anda sedang mencari pengalaman untuk merasakan kehadiran-Nya, mulailah sekarang juga untuk mengalami bersama Dia. Bukan kata orang, tetapi kita mampu mengalami hal-hal yg baru didalam Tuhan. Haleluyah

Kamis, 31 Oktober 2013

KEDISIPLINAN DAN KEKUATAN ROHANI


Kita semua tahu tentang selebriti, atlet, dan bahkan presiden yang, meskipun mereka memiliki kekuasaan yang luar biasa, mereka juga punya kelemahan dalam karakter mereka yang kapan saja dapat menghancurkan hidup mereka. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat kuat, mereka ternyata malah membiarkan kelemahan menghancurkan hidup mereka.

Kesenangan diri, jika ia berupa kurangnya pengendalian diri atau disiplin hidup, maka ia akan melemahkan Anda. Kesenangan diri lain bisa berupa cara Anda menghabiskan uang, seks, makanan, alkohol, emosi Anda, cara Anda mengatur waktu, atau apa pun yang tidak terkendali, semuanya itu dapat melemahkan hidup Anda.

Ini mungkin tampak seperti hal yang sepele, tetapi kenyataannya adalah, hal-hal kecil dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam hidup Anda. Jika seseorang datang kepada Anda dan berkata, "Saya ingin memberi kamu sebuah kantung berisikan 50kg benih rumput hijau Kentucky. Tapi ada satu masalah: Ada beberapa benih rumput gajah di dalamnya." Akankah Anda berkata, "Aku akan segera menanamnya di halaman saya"? Mungkin tidak, karena Anda tahu bahwa pada akhirnya rumput gajah akan tumbuh di seluruh halaman Anda. Ia akan memakan seluruh rumput hijau.

Anda tidak dapat memanjakan sedikit kelemahan Anda dan berasumsi jika kelemahan kita yang sedikit itu akan menguasai dan melemahkan seluruh hidup Anda. Karena waktu, uang, makanan, seks, perbuatan, atau apa pun yang tak terkendali dapat merusak seluruh aspek kehidupan Anda. Ini hanya tinggal masalah waktu sebelum area hidup yang kurang terkontrol ini mulai merusak cara hidup Anda di dalam Allah. "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu" (Galatia 6: 7-8)
Di mana Anda menemukan kekuatan untuk membangun kembali sikap disiplin dalam hidup Anda? Serahkan kelemahan Anda kepada Yesus, dan lakukan langkah-langkah yang Ia berikan. "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya"? (Efesus 6:10)
Efesus 1:19- 20 "Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,"

Tidak mudah mempertahankan kepercayaan diri. Kemarin, saya telah berbagi tentang hal menemukan kepercayaan diri untuk memulai hidup Anda kembali setelah mengalami kegagalan. Tapi bagaimana cara Anda menemukan kekuatan baru untuk terus berjalan segera setelah Anda mulai bangkit kembali?
Semua orang menginginkan kekuatan. Anda bisa dengan mudah menemukan banyak buku tentang mendapat kekuatan dari busana yang Anda pakai, atau dari makanan yang Anda makan.
Tahukah Anda bahwa Allah juga ingin memberi Anda kuasa? Efesus 1:19-20 berkata, "Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,"

Kita bisa mengambil dua kebenaran penting dari ayat ini:
Kebangkitan Yesus Kristus menunjukkan betapa hebatnya kuasa Allah. Itu merupakan kuasa yang sama yang tersedia bagi kita. Jika Allah bisa membangkitkan Yesus dari antara orang mati, maka Ia juga dapat menangani setiap masalah Anda. Tidak ada masalah yang terlalu besar di hadapan-Nya. Dia amat ahli dalam menangani kasus-kasus keputusasaan. Anda mungkin berkata, "Anda tidak tahu masalah finansial saya." atau "Anda tidak tahu masalah kesehatan saya" atau "Anda tidak tahu masalah pernikahan saya." Allah tahu, dan Ia dapat memberikan Anda kuasa dari Kebangkitan Kristus.
Apapun yang Anda mulai di dalam Allah, Dia akan menyelesaikannya di dalam Anda. Kegagalan Anda tidak akan mencegahnya terjadi. Percayalah firman Allah dalam Filipi 1:6, "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Apapun yang Allah mulai dalam hidup Anda, Dia akan menyelesaikannya. Dia tidak akan berhenti menolong Anda. Anda bisa saja menyerah dalam mengikuti Allah, tapi ketahuilah Dia tidak akan pernah menyerah untuk menolong Anda.

Rahasia mendapatkan kepercayaan diri adalah dengan berjalan selaras dengan Allah setiap hari. Alkitab berkata, "Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya" (Amsal 14:26)
Anda bisa melihatnya dalam kehidupan para murid. Mereka telah diguncang oleh kurang nya kepercayaan diri mereka setelah Penyaliban Kristus. Pelayanan mereka yang sedang tumbuh dengan pesatnya telah jatuh. Mereka lelah, dan mereka takut.

Kemudian mereka bertemu dengan Kristus yang telah bangkit. Alkitab berkata dalam Kisah Para Rasul 4:13, "Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus."

Para murid tidak memiliki gelar doktor. Mereka hanya orang-orang awam, orang-orang biasa namun pemberani. Sebelum Kebangkitan Kristus, mereka amat ketakutan sehingga berkumpul di satu ruangan dengan pintu-pintu yang terkunci. Namun kemudian, beberapa hari kemudian, mereka dengan percaya diri kembali keluar ke jalanan dan mengambil alih situasi yang tengah kacau itu. Apa yang terjadi?
Mereka telah melayani bersama dengan Yesus. Mereka bukan hanya tahu jika Dia bangkit dan hidup, tapi mereka kembali membangun relasi dengan-Nya.

Apakah Anda sadar jika Tuhan selalu ada bersama Anda? Rasa takut Anda lenyap ketika Dia di dekat Anda. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5 b). Itu memberi Anda kepercayaan diri untuk memulai kembali ketika hidup tampak seperti tidak ada harapan.
Terus bina hubungan dengan Allah secara pribadi. Selamat mengalami anugerah-Nya.


Selasa, 29 Oktober 2013

PUJIAN PENYEMBAHAN DAN PEMBERIAN YANG KUDUS.



Allah memberkati gereja-gereja yang menyembah-Nya dengan sukacita. Allah menyukai perayaan. Dia memberkati orang-orang yang merayakan-Nya! Dan dalam hal ini, Gereja mula-mula adalah contoh yang paling tepat.
Alkitab berkata pada gereja mula-mula:
"Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang" (Kisah Para Rasul 2:46-47a).
Ada cukup banyak kabar buruk di dunia ini. Anda tidak ingin datang ke dunia ini untuk mendengar kabar buruk, bukan? Gereja adalah tempat bagi Kabar Baik, yaitu Injil Yesus Kristus!
Alkitab mengatakan
"Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN" (Mazmur 122:1). 
Gereja Tuhan harus menjadi tempat yang penuh dengan sukacita.
Anda dan saya terhubung untuk menikmati kasih Allah. Kita semua terhubung untuk mengekspresikan perasaan kita. Dalam banyak kasus, ketika kita tidak bisa mengekspresikanya di dalam gereja, kita biasanya mencurahkannya di konser musik rock atau di stadion olahraga. Oleh sebab itu, gereja harus menjadi tempat di mana kita dapat mengekspresikan emosi kita terhadap Allah. Gereja harus bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi kita beribadah.

Di mana kita menemukan sukacita ini? Dalam Kisah Para Rasul 2, Petrus mengutip Daud yang mengatakan: "Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram," (Kisah Para Rasul 2:25-26).

Renungkan hal ini:
Ketika Anda melihat bagaimana gereja Anda menaikkan puji-pujian, mulailah melihat diri Anda sendiri: Apakah Anda memuji Allah dengan hati yang penuh sukacita seperti Daud?
Bagaimana sikap Anda ketika beribadah? Yang tidak kalah pentingnya juga dalam hal memberi, jemaat bukan hanya sekedar memberi, tetapi mereka memberi untuk TUHAN.
Kisah Para Rasul 2:44-45 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."
Tidak ada gereja yang berkorban seperti gereja mula-mula. Kisah Para Rasul 2:44-45 berkata, "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."

Para jemaat di gereja mula-mula bukan hanya sekedar memberikan uang mereka, tapi juga memberikan apa pun yang mereka punya. Bisa dikatakan,mereka orang yang benar-benar murah hati. Apa yang akan terjadi melalui gereja kita jika kita menjadi begitu murah hati? Alkitab mengatakan bahwa kita adalah para pelayan -atau manajer- dari semua yang telah Allah berikan kepada kita. Kita bertanggung jawab untuk menggunakan kekayaan kita agar memberi dampak bagi Kerajaan Sorga. Allah memberkati Anda dengan kekayaan bukan hanya untuk kesenangan pribadi, tetapi untuk membuat perbedaan di dunia sekitar Anda. Allah tidak pernah memberkati kita hanya untuk kita nikmati sendiri. Dia memberkati kita agar kita dapat memberkati orang lain. Belajarlah menjadi berkat bagi orang lain, maka hidup kita akan dipelihara Tuhan. Haleluyah

GEREJA YANG BERTUMBUH


Kisah Para Rasul 2:44-45 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."
Terlalu sedikit rahasia dibalik kesuksesan pertumbuhan gereja. Gereja yang penuh kasih bertumbuh. Gereja yang dingin tidak akan mengalami pertumbuhan.
Begitu pun dengan kisah gereja mula-mula. Para jemaat saling mengasihi dengan begitu dalam. Dalam Kisah Para Rasul 2:44-45 dikatakan, "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."
Itulah yang disebut kasih yang radikal. Pemerintah Romawi membenci orang Kristen. Adalah ilegal untuk menjadi seorang Kristen. Bangsa Romawi berusaha untuk membunuh orang-orang percaya. Tetapi walaupun begitu, faktanya orang Romawi sendiri mengatakan bahwa orang Kristen benar-benar saling mengasihi sesama. Jika musuh gereja saja berkata seperti itu, Anda pasti percaya jika hal itu benar, bukan? Namun gereja mula-mula dikenal dengan bentuk kasih yang semacam itu. Kasih ini merupakan jenis kasih yang sama yang mengantarkan orang lain kepada Yesus. Alkitab mengatakan bahwa gereja mula-mula bertumbuh setiap harinya.
Kita semua menginginkan pertumbuhan yang seperti itu dalam gereja kita masing-masing. Dan cara untuk mencapainya adalah dengan mengasihi sesama, seperti gereja mula-mula. Kita menyebutnya persekutuan atau memperlakukan rekan-rekan seiman kita, sama seperti kita memperlakukan Yesus.
Ada dua alasan mengapa orang tidak datang kepada Kristus. Mereka tidak punya teman Kristen, atau mereka kenal dekat dengan seorang Kristen! Kebanyakan orang ingin berada di sekitar orang-orang yang mengasihi mereka. Dan ketika sebuah gereja benar-benar mengasihi para jemaatnya, itulah saatnya Anda harus mengunci pintu untuk mencegah mereka keluar dari sana.
Gereja memulai memperbaiki dari kondisi ibadah didalam Gereje lebih dahulu, antara lain dengan cara :

1.      Puji-pujian, bukan hanya sekedar jemaat diajak bernyanyi nyanyian rohani. Akan tetapi jemaat diajak “sepakat” memuji TUHAN sebagai Sang Kurios yg Maha tinggi dan layak disembah. “Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mzm 150:5-6). Berapa banyak pemimpin ibadah sendiri tidak menghormati hadirat peribadatan, sehingga terkesan hanya seperti pertunjukan dan nyanyi bersama, apalagi jemaat akhirnya tidak semangat dalam ibadah ibadah, yg masih ada itu karena merasa tidak enak untuk pindah Gereja, atau sudah banyak jemaat yg pindah ibadah ke Gereja yg mampu membakar semangat dalam pujian. Akhirnya Gereja menjadi kering suasanya, mereka menyanyi pujian rohani tetapi jiwanya kering.


2.      Penyembahan, tidak kalah pentingnya dalam suasana ibadah. Dan penyembahan hanya bisa dilakukan oleh roh jemaat, karena menyadari Allah adalah Roh ada-Nya, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."” (Yoh 4:23-24) Jemaat hidup dalam kebenaran Illahi, melalui pengajaran, dan diajak menyembah dalam roh. Bukan dengan jiwanya (kemauan dan kehendak yg terbatas), akan tetapi pengenalan kepada Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh. Tuhan Yesus pernah mencela ibadah yg penub kepura-puraan, ibadah yg tidak ada pengurapan sama sekali ; “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."” (Mat 15:8-9)

3.      Kebenaran Firman Tuhan, di ibadah harus ada pemberitaan kebenaran Firman Tuhan dengan jujur, sesuai dengan kebutuhan jemaat sesuai dengan Firman itu sendiri. Yang disampaikan oleh lima jawatan yang sudah ada, jawatan sebagai Rasul yg mengajak untuk jemaat terlibat didalam pelayanan perintisan, jawatan Nabi yg menegur jemaat supaya tidak liar. Jawatan Guru yg mengajar jemaat supaya mengerti banyak Firman Tuhan, jawatan sebagai Gembala yg menggembalakan jemaat, suara Penginjil yg menempelak dosa. Dengan penuh keyakinan bahwasanya Firman Tuhan itu akan bekerja sesuai dengan rencana Firman itu sendiri, ; “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yes 55:11)

4.      Didalam ibadah juga ada persembahan, jemaat diberi kesempatan untuk memberikan persembahannya berupa keuangan, baik itu persembahan kolekte, persepuluhan maupun persembahan pengucapan syukur. Supaya iman jemaat teruji dan diberkati Tuhan, besar kecilnya sesuai dengan kemampuan dan keberadaan jemaat.

5.      Terakhir ialah Doa, ada doa pembukaan, doa frman, doa syafaat, dan doa berkat. Jemaat diajar untuk mengerti tentang apa itu doa. Dan jemaat dilibatkan dalam kegiatan doa, maka jemaat akan bertumbuh secara rohani.

Perbaikan diibadah diantaranya adalah seperti tersebut diatas, untuk lebih mengerti dan pelaksanaannya tentunya dikerjakan oleh semua susunan pejabat dan jawatan sebuah Gereja lokal. Dengan demikian Gereja akan menjadi tempat belajar dan menjadi berkat bagi banyak orang, dan berdampak bagi sebuah kota, bahkan sebuah bangsa dimana Gereja tersebut berada. Haleluyah