Sabtu, 26 April 2014

KESAKSIAN ASMIRANDA


MENENTUKAN TEMPAT KEKAL.





Matius 25:41 "Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya."
 Hal yang paling tidak dikehendaki Allah ialah manusia pergi ke neraka. Itulah sebabnya Yesus berbicara tentang neraka dengan begitu terperinci. Itulah sebabnya Dia memperingatkan kita akan hal itu. Dan itulah sebabnya Dia melakukan segala yang Dia bisa supaya kita tidak terpisahkan dari-Nya untuk selamanya.

Yesus Kristus mengalami neraka di bumi supaya kita tidak harus menanggungnya selamanya. Yesus ditinggalkan agar kita bisa diampuni. Yesus masuk dalam kegelapan supaya kita hidup di dalam terang. Itulah misi hidup-Nya. Dan di atas kayu salib, Dia menanggung dosa kita. Salib ada sebagai pengingat bahwa keberadaan neraka bukanlah satu-satunya pilihan bagi manusia. Kita tidak harus berakhir di sana. Kita bisa mengubahnya.

Kita bisa mengubah alamat tempat tinggal kita selamanya. Injil adalah deklarasi universal yang menyatakan jika neraka bukanlah kehendak Tuhan atas manusia. Yesus tidak mengatakan bahwa neraka dipersiapkan untuk manusia; Dia mengatakan bahwa neraka dipersiapkan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya.
“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” (Mat 25:41)

. Jika Anda ingin menolak tawaran Allah, jika Anda ingin hidup di dalam dosa dan berakhir di neraka pada hari penghakiman, maka Anda tidak bisa menyalahkan siapa pun, kecuali diri Anda sendiri. Allah tidak ingin Anda pergi ke sana. Tapi Dia juga memberi Anda kebebasan berkehendak. Dan untuk sampai ke neraka, Anda harus melangkahi Yesus, sebab Dia akan menghadang jalan Anda. Yesus berkata

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya" (Matius 7:13-14).


TUHAN EMPUNYA SURGA.




Wahyu 5:8 "Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus."

Ada kalanya hidup ini terasa tidak adil. Terjadi hal-hal tidak masuk akal, dan kita bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menjawab doa kita. Tetapi Dia akan menjawab doa Anda dengan cara-Nya, untuk kemuliaan-Nya, pada waktu-Nya. Wahyu 5:8 memberi kita fakta menarik tentang surga:
"Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus."

Ketika kita berada di surga dan berdiri di hadapan takhta Allah, dan ketika cawan emas yang penuh doa itu dibawa ke hadapan kita, maka kita akan menyadari bahwa Dia sesungguhnya mendengar setiap doa yang kita panjatkan. Dan menurut saya, pada saat itu kita juga akan memahami bahwa jawaban-Nya ternyata jauh lebih baik dibanding dengan apa yang kita minta sebelumnya.

Kita juga akan menyadari bahwa Allah menolak permintaan kita karena doa kita itu bukanlah doa terbaik. Apa yang kita tidak sadari hari ini adalah kesukaran atau penderitaan atau peristiwa yang tidak dapat dijelaskan ini, pada akhirnya akan mengarah pada satu hal. Satu momen pencerahan yang akan menyentuh orang tersebut yang akan mempengaruhi situasi di kemudian hari. Dibutuhkan serangkaian panjang peristiwa, sebelum kita mengerti penyebab dan tujuan di balik setiap pergumulan yang pernah kita hadapi di sorga kelak. Dan itu semua hanya untuk kemuliaan Allah semata.

Oleh sebab itu, Allah tidak menolak doa Anda agar ada keadaan yang harus muncul untuk menghasilkan hal-hal yang lainnya. Hal-hal ini akan mengantarkan Anda pada jalan yang berbeda, yang pada akhirnya akan menuntun Anda berbuat hal yang hanya untuk kemuliaan Allah saja. Dan selagi menunggu, Anda harus percaya dan memahami bahwa itu semua akan terungkap di surga ketika kita berdiri di hadapan Allah. Beberapa doa dijawab dengan segera, sementara yang lain disimpan dalam gudang penyimpanan surgawi untuk jawaban yang akan datang.



APAKAH AKU BISA DIPERCAYA ?






Lukas 14:27-28 "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?"

Ketika Yesus berada di Yerusalem selama Paskah, Injil Yohanes memberitahu kita bahwa banyak orang yang mengaku percaya dalam nama-Nya, setelah mereka melihat mujizat-mujizat yang Dia buat. Tapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka,

karena "Tetapi Yesus senditi tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan Karena tidak perlu seorangpun member kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia" (Yohanes 2:24-25)

Intinya, banyak orang menjadi percaya kepada-Nya, tapi Dia tidak percaya pada mereka. Banyak yang percaya kepada-Nya dengan iman yang dangkal, tanpa komitmen yang nyata. Mereka tertarik pada-Nya, ingin tahu tentang Dia, dekat dengan-Nya, dan bahkan merasakan kasih-Nya. Tapi kesetiaan mereka hanya selebar 1,6 km dan sedalam 2,5 cm.
Yesus tahu bahwa ketika ada desakan yang mendorong, orang banyak ini akan dengan mudah ikut hanyut terseret dunia.

 Untuk alasan itulah, Kristus tidak percaya pada mereka. Ada banyak orang yang berkata ingin mengikuti Yesus. Itu hal yang bagus. Tetapi komitmen tersebut akan ditantang. Kita harus memutuskan untuk ikut Yesus, bukan karena teman terbaik kita, bukan karena sahabat kita, bukan karena pacar kita, bukan karena orang tua kita, tetapi karena kita telah memilih sendiri untuk mengikut Kristus. Banyak dari kita yang bisa terjebak dalam momen tersebut. 

Rasanya seperti menonton upacara pengalungan medali Olimpiade. Kita melihat seseorang yang mewakili negaranya sendiri, berdiri di atas podium. Ketika medali emas dikalungkan di leher si atlet dan bendera negaranya dinaikkan seraya lagu kebangsaan diputar, kita berkata, "Aku ingin menjadi atlet Olimpiade." Tapi apakah kita menyadari sudah berapa banyak jam, hari, bulan, dan tahun yang didedikasikan oleh para atlet ini hanya untuk satu kompetisi? Kita heboh dengan upacara penyerahan medali. Tapi apakah kita bersedia menjalani pelatihannya? Apakah kita bersedia untuk menghitung biayanya? Apakah kita berkomitmen hanya kepada dan untuk-Nya saja? Apakah kita bersedia menjadi pengikut Yesus yang sejati?
Uji diri dan belajar merendahkan diri, akan lebih baik disbanding merasa sudah layak dan benar. Haleluyah

Jumat, 25 April 2014

ADAKAH NAMAKU TERCATAT.





Maleakhi 3:16 "Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: 'TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.'

 Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah memiliki sebuah kitab yang berisikan sejumlah nama. Kitab ini disebut sebagai Kitab Ingatan, yang meliputi nama-nama orang yang takut akan Allah dan yang memikirkan nama-Nya. Kadang kitab ini hanya disebut Kitab.
 Di kesempatan lain, ia disebut Kitab Kehidupan, atau Kitab Kehidupan Anak Domba. Dan menurut Wahyu 20, satu hari di hadapan Penghakiman Tahta Putih, kitab-kitab akan dibuka, dan yang mati akan dihakimi oleh hal-hal yang tertulis di dalamnya.

Sebuah buku juga akan dibuka, yaitu Kitab kehidupan. Dan siapa pun yang tidak ditemukan namanya tertulis di sana, ia akan dilemparkan ke dalam lautan api. Tidak ada orang Kristen akan dihakimi di Penghakiman Tahta Putih, ini hanya untuk orang yang tidak percaya. Mungkin Penghakiman ini ada untuk menunjukkan alasan mengapa mereka menghadapi penghakiman. Tetapi masalahnya di sini adalah apakah nama Anda ada dalam Kitab tersebut - Kitab Kehidupan?

 Nama Anda mungkin tecatat dalam daftar jemaat gereja, tapi belum tentu ada dalam daftar ilahi. Pada satu kesempatan, para murid begitu bersemangat karena mampu mengusir roh jahat dengan kuasa Allah. Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga" (Lukas 10:20)
Saya percaya nama saya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. Para pengikut Kristus tidak perlu khawatir dengan keselamatannya, karena Yesus memberi kita janji ini:

"Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya" (Wahyu 3:5)

Kamis, 24 April 2014

JANGAN TAKUT DAN GENTAR.




Amsal 24:16 "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

Kegagalan bukanlah hal yang fatal itu normal! Lihatlah sekeliling Anda. Hidup kita kian lama kian kacau. Sayangnya, kita cenderung terlalu fokus pada kekurangan kita sendiri, dan hal itu membuat kita tidak percaya diri. Itulah salah satu hal yang dialami para murid Yesus. Para murid Yesus mampu berubah dari jiwa yang kalah menjadi jiwa yang penuh semangat, segera setelah Kebangkitan Yesus. hambatan yang dialami para murid Yesus dalam mendapatkan keyakinan diri:

Matius 26:56 mengatakan,
"Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.' Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri."
Salah satu alasan utama goyahnya kepercayaan diri para murid adalah karena merasa gagal, mereka menyesal telah melarikan diri dari Yesus. Ditambah lagi, pelayanan mereka bersama Yesus yang saat itu tengah berjalan pesat tampaknya juga ikut mati.
Mereka meratapi kemalangan mereka. Mereka menebak-nebak sendiri dan bertanya-tanya apa yang salah. Yesus adalah Mesias, tapi mengapa kemudian Dia mati. Dan saya yakin mereka juga bertanya pada diri sendiri "Mengapa aku? Siapa yang akan memimpinku? Apa yang harus kuperbuat sekarang?" Lalu apa penangkal kegagalan? Penangkalnya adalah ketekunan. Anda mengatasi kegagalan ketika Anda mengakuinya pada Allah dan tetap melakukan apa yang Dia kehendaki, terlepas dari rintangan yang menghadang jalan Anda. Alkitab mengingatkan kita bahwa Allah memakai kegagalan.
Bahkan, hanya tiga hari setelah penyaliban Yesus, ketika para murid berpikir jika hidup mereka telah hancur, Yesus bangkit dari antara orang mati. Allah memakai kegagalan Anda. Sukses dan semangat selalu.